Showing posts with label Moonlight Serenade. Show all posts
Showing posts with label Moonlight Serenade. Show all posts

08 January 2011

Koma

Nada yang aku poles, bukan ku culik dari nuansa dan birahi alam. Memang dulu pernah aku sekap seonggok lantunan bintang. Tapi bukan yang ini, asli ini masih ku petik sendiri dari atmosfir chandra.

ku racik, ku satukan dari serpihan-serpihan puisi pujangga keder! Dan ku campur dan ke larutkan dalam garis-garis nada paling menawan. Hanya untuk selimuti malam-malammu yang berjubel dengan pertanyaan.

Memang sedari aku hidup dan dibacok ditempurung otakku oleh kegoblokkan. Tidak ada lagi cairan otak yang tersisa untuk melamunkan wajahmu, semuanya berhamburan. Berderai dengan serpihan bulir2 hujan.

06 August 2010

Lidah Biru

Terpaksa dijual. Terpaksa karena bukan terpaksa. Terpaksa karena memang kecanduan. Yang pasti tubuh itu ada dijalanan, di depan ruko, dibalik pohon atau menyudut disela besi besar penyangga baliho.

Kalo mujur ada didalam ruang tamu duduk manis. Memoles tebal gincu dan menaburi pipi dan jidat dengan bedak kelas kiloan.

Jangan kaget kalo harum tubuh mereka mudah sekali di endus dari jarak 3 meter. Bau yang terkolaborasi dengan keringat malam dan minyak wangi kelas asal wangi-wangian.

26 May 2010

Moonlight Serenade On Wawawu Closet

Embuh habis disampluk kuda ngetril mana atau di entup jerapah gaya apa. Keinginan untuk memanjakan kuping dengan lantunan lagu-lagu yoi Frank Sinatra tiba-tiba muncul ketika ngeden di kamar mandi.

Benar kata Obie Mesak, semut memang barisnya di dinding (opo hubungane, jal????) Maksudnya saya, benar pepatah mengatakan

"Kamar mandi adalah sumber inspirasi membangun negeri, kamar mandi ruang berekspresi, kamar mandi tiada henti menghasilkan 3gp indie dan kamar mandi tempatku nyabun tangan kiri".

KHILAF ITU INDAH

Jangan pernah takut untuk menulis. Jangan pernah merasa tidak bebas menulis. Jangan pernah merasa tulisanmu itu tidak lebih baik dari tulisan siapapun. Jangan pernah dipenjara oleh ketidakmampuan. Jangan pernah merasa tulisanmu tidak layak. Dan jangan pernah berhenti untuk menulis lebih baik menurut ukuranmu.

Apapun aksara dan kata yang kamu toreh. Kamu telah menulis kalimat indah dalam hidupmu. Kelak menjadi cerita, dongeng atau mitos tentang keberadaanmu, karena kamu menulis.

PREKMATANE!

Tentang

My photo
Aku adalah seekor manusia. Dan Selalu ada saat yang tepat untuk menjadi Raja di Kerajaan sendiri. Senoaji

Lagi Pipis

Lagi Pipis
ANTRI DONG!!