Showing posts with label sementara stresss dulu. Show all posts
Showing posts with label sementara stresss dulu. Show all posts

02 April 2013

Hmmm..

Ini bukan perjalanan spiritual atau perjalanan meningkatkan level menjadi seorang sufi kelas kakap. Tapi ini hanyalah perjalanan atas nama keranjingan, kecanduan durian. 

Seorang kawan ribut pingin memamah durian sebelum durian musnah dari muka bumi (baca: sebelum habis musim). Berkali-kali pesan singkat bercokol di hape. Yang sebagian besar isinya sama, "Dan duren adalah kudu" Dan setelah sms ke lima, benteng keimanan saya pun luluh lantak. Karena kecanduan yang bersifat penetrasi keyakinan itu meresahkan saya. Seperti ibadah yang syariah.

Berkelanalah kita ke barat. Sembari berwisata menikmati sesak nafas dibekap asap. Piknik melotot karena panik oleh kibasan cerdik roda-roda gigantik. Tak lebih dari 2 jam, kitapun memutuskan berhenti. Heran hati kita masih suka ngrasani, atas nama kemanusiaan kita berhenti disalah satu lapak penjual durian yang hanya bergelaran tikar dipinggir jalan.

04 June 2012

Koi

Hujan deras mengguyur semalam. Genangan air menghalau langkahku untuk melangkah ke warung makan diseberang jalan. Tapi perut ini lapar. Dan makanan tak kunjung datang esok itu. Nekat adalah solusi terakhir mengakhiri penderitaan. Berkecipak, berjingkat dan melompat kecil akhirnya bisa juga lolos. Yah, walopun sedikit basah celanaku, tapi tak mengurungkan niatku untuk sarapan pagi.

Sederhana saja yang ku pesan untuk sarapanku. Nasi, sayur dan tempe goreng lengkapi dengan segelas teh panas. Tidak ingin muluk-muluk aku memanjakan perut. Ala kadarnya saja asal kenyang diakhir cerita. Sebentar saja lamunanku terjebak pada bayangan yang terpantul di gelas teh didepanku.

16 February 2012

MATANE

Orang itu hanya melihat. Tidak segera turun dari bis yang dia tumpangi. Kemudian menghampiri sekumpulan pria-pria paruh baya yang sedang makan siang. Lalu menanyakan "apakah bapak-bapak sekalian tidak bekerja hari ini?"

Tapi tidak, orang itu nikmat dengan gadgetnya, kemudian menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Membangun opini sepihak dan tidak bertanggungjawab. Bagaimana jika benar memang pria-pria paruh baya itu sedang menjalankan tugas. Pamit ke orang-orang yang mereka cintai untuk bekerja dan menjalankan tugas keluar kota. Dan mereka lapar dan capek lalu makan diwarung?

07 February 2012

Maka

Aku, kamu, dia dan si lelaki. Semangkuk wedang ronde, kita keroyok berdua. Dia dan si lelaki menatap tajam aku dan kamu. Lalu isyarat ketidaknyamanan keluar dari mulut si lelaki. Sssttt.. Aku tertawa terbahak sekeras mungkin, kamu pun begitu. Si lelaki dan dia melengos membuang muka dan kembali "berdoa" menundukkan kepala, khidmat.

Tak henti-hentinya kamu mencibir kritikus yang berkoar masalah tuntaskan pengangguran. Kamu bilang Tuhanpun malfunction persoalan pengangguran. Manusia itu semakin melebarkan mulutnya seakan-akan dia seorang superhero yang diciptakan sebagai pahlawan.

18 December 2011

Nobel

Menelisik cerita seorang teman. Ada satu dua dan tiga hal yang bisa aku serap. Menurutku itu baik. Menurutku juga itu sebuah pembenahan. Berbenah diri mungkin itu benang merah. Lalu kenapa harus aku berbenah diri. Apa ada yang salah selama ini dari diriku? Mungkin ada mungkin tidak. Toh aku hanya sesuatu yang disebut manusia.

Tidak ada yang bisa disempurnakan hanya karena teranggap makhluk yang paling tinggi derajatnya. Bukan jaminan untuk mengisi kuota makhluk calon penghuni surga. Ya semua orang, semua manusia berhak berandai-andai. Memprediksi dan berpolah religi. Tapi bukan berarti logika harus ditinggalkan dalam laci. Masih bisa dipakai untuk hal-hal yang sifatnya realistis.

KHILAF ITU INDAH

Jangan pernah takut untuk menulis. Jangan pernah merasa tidak bebas menulis. Jangan pernah merasa tulisanmu itu tidak lebih baik dari tulisan siapapun. Jangan pernah dipenjara oleh ketidakmampuan. Jangan pernah merasa tulisanmu tidak layak. Dan jangan pernah berhenti untuk menulis lebih baik menurut ukuranmu.

Apapun aksara dan kata yang kamu toreh. Kamu telah menulis kalimat indah dalam hidupmu. Kelak menjadi cerita, dongeng atau mitos tentang keberadaanmu, karena kamu menulis.

PREKMATANE!

Tentang

My photo
Aku adalah seekor manusia. Dan Selalu ada saat yang tepat untuk menjadi Raja di Kerajaan sendiri. Senoaji

Lagi Pipis

Lagi Pipis
ANTRI DONG!!