16 October 2008

Belanja Ide

Labels:

Belanja Ide

Entah kata ini muncul dari mana yang jelas aku pernah mendengarnya. hehehe

Belanja ide buatku atau buat para blogger yang hobi nulis, tentu sangat2 diperlukan. Kadang hasrat pingin nulis, namun otak kram sebelah. Walhasil yang terjadi adalah "ngiler" didepan PC to notebook. Bengong gak ketulungan, rokok bablas gak berbalas. Kopi segelas tandas. Jadi saat2 seperti itu adalah saat paling menyebalkan. Pingin banget pamerin karya tulis, tapi mencet keypad aja susahnya minta ampun. Mending kalo judul dah nemu, tinggal nerusin. Nah, kalo mencet koma aja beratnya minta ampun, bagaimana bisa nulis. Kalo kata temenku yang dia ngutip dari Pram, katanya: "Tulis apapun yang ingin kamu tulis.." Kayaknya mudah dicerna, namun prakteknya, yaitu tadi kalo otak lagi kram sebelah, hasil akhirnya adalah hal yang tidak diinginkan. Seperti mandi subuh2, nyiram tanaman, berkebun nyangkul disawah dan lain sebagianya. (hipebolicisme)

Jadi, belanja ide menurutku perlu. Dan bisa dilakukan dimanapun, termasuk shopping center. Termasuk WC kita sekalipun. Gak ada batasannya ketika kita pingin berbelanja ide. Kadang bengong pun bisa dikategorikan berbelanja ide, yang mungkin akan memunculkan tulisan "Efek lucu dari kebengongan yang terlalu lama", mungkin. Atau "misteri hilangnya grendel pintu WC-ku", mungkin. Dan belanja ide itu menurutku sifatnya natural banget. Bahkan kadang kita gak sadar kalo kita sedang berbelanja. Dan yang paling penting alat2 perekamnya, kadang otak kita daya rekamnya kurang, karena mungkin lagi banyak2 memproses urusan2 lain. Jadi alat perekam perlu sewaktu2 dibuthkan karena nemu ide yang yoi abiss. Disamping menambah resensi dan penyegeraan otak. Kadang memberikan dampak lain yang tidak kita duga. Contohnya lebih empati dengan lingkungan, social awarness-nya lebih tinggi, gaul, banyak temen, banyak komunitas, to tiba2 nongkrong di jembatan Terban. Kalo enggak berkunjung ke club2, cafe, outlet2 bahkan pasar sepeda dan nonton Gadjah di alun2 kidul. banyak banget dampak positifnya. Jika memang kita memilih belanja ide di kawasan fenomena sosial ataupun fakta lapangan. Tidak menutup kemungkinan kawasan2 lain seperti IPTEK dan kebudayaan Yoi! juga untuk memulai belanja ide. Dampak yang lain adalah secara sadar to nggak, kita diarahkan gaya tulisan kita. Yang kelak menjadi identitas kita. Itu juga penting. Jadi pembaca tahu dan akan memilih sendiri. Nah Itu sebagian dampak yang terduga ataupun dugaan sementara akan berdampak pada kita. Masih banyak dampak2 lain. Namun yang penting, kenapa kita harus berbelanja ide. Karena ingin menulis. Karena ingin menghasilkan sesuatu. Sebuah karya. Memberikan informasi pengetahuan. Building caracter. Atau bahkan memberikan penghasilan. Atau mungkin sekedar nulis aja, belajar nulis. Gak harus dibebani etiket khasanah. Norma, aturan dan beban memberikan perubahan. Gak harus menurutku. Tulis dulu, proses, hasil, perubahan. Baru usahakan memunculkan opini publik. Opini publik inilah yang kalo aku sebut sebagai penghargaan paling brutal, paling indah, dan tak terkesampingkan. Entah ngasih opini tulisan to karya kita. To sekedar ikut nongkrong meramaikan suasana. Semuanya buatku adalah penghargaan. Dan tentu saja buat teman2 blogger yang sudah berabad2 malang melintang didunia per-blogger-an tentu saja mendapatkan opini publik adalah hal yang sepantasnyalah mereka peroleh sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya selama ini. Dan marilah menjadikan Blog sebagai lesehan kreatifitas dan perdagangaan (hehehe)

tabiek,

4 jam kemudian..

[bengong]

nulis apa ya..

[ngiler!]

hmmm..

duh! gak ada ide..

[ccenutt cenutt cenutt]

??? ??? ???

nonton bokep ahh.. namanya juga belanja ide, iya nggak? kikikikikikikik

2 comments:

Kristina Dian Safitry said...

Kok belanja ide sih,he..he..tapi asik juga lho...

Senoaji said...

>Mbak Dian: kikikikik iya mbak belanja ide mata kita sebagai keranjang yang menampung apapun yang kita lihat terus otak dan hati kita sebagai alat bayarnya, dibayar dengan tulisan maksudna, kikikikik, btw kalo mo minta tulisan ke aku boleh2 aja lho mbak kikikikikikik, makasih buat kunjungannya

Post a Comment

Jan-jan e ngene lho..

KHILAF ITU INDAH

Jangan pernah takut untuk menulis. Jangan pernah merasa tidak bebas menulis. Jangan pernah merasa tulisanmu itu tidak lebih baik dari tulisan siapapun. Jangan pernah dipenjara oleh ketidakmampuan. Jangan pernah merasa tulisanmu tidak layak. Dan jangan pernah berhenti untuk menulis lebih baik menurut ukuranmu.

Apapun aksara dan kata yang kamu toreh. Kamu telah menulis kalimat indah dalam hidupmu. Kelak menjadi cerita, dongeng atau mitos tentang keberadaanmu, karena kamu menulis.

PREKMATANE!

Tentang

My photo
Aku adalah seekor manusia. Dan Selalu ada saat yang tepat untuk menjadi Raja di Kerajaan sendiri. Senoaji
There was an error in this gadget

Lagi Pipis

Lagi Pipis
ANTRI DONG!!