29 December 2008

demi nasib dan keparat-keparat dibelakangnya

Labels:

Seandainya
Kapan aku merasa paling lelaki, saat kamu bersimpuh mengerat
nasib.
Kapan aku merasa paling lelaki, saat kamu berdarah, karena
keringatmu mengering mengejar nasib
Kapan aku merasa bisa paling lelaki, saat kamu merintih,
perih ini, sakit itu, umpat dari sini, amarah dari sana. Hanya karena ingin berdiri tegap saat
mencincang nasib

Apakah bisa aku mengaku sangat lelaki, saat kamu usap air
mata semalam, hanya karena pinggangmu remuk diremas nasib.

Dan inikah lelakimu, saat kamu muntahkan semua lelah,
sendiri, disana dikota ladang-ladang nasib dan segala baik dan bejatnya masih
dipertanyakan.

Tunggu aku sayangku, lelaki ini belajar memetik setangkai
mimpi, harap, cita, ingin, dan cinta. Belajar menjadi lelaki, untuk memegang
janji, membuatmu lama tersenyum bahagia.

Tidurlah sayangku…

Yang ingin aku punyai

Mati sebelum usai mencintaimu
Hidup sebelum kehilangan cintamu

Usai

Seusai hidup carut semrawut ini
Seusai mati disela maut dan keranda ini
Seusai menitih letih, lalu perih kemudian sepi ini
Seusai meronta, berontak, lalu lantang bersorak
Seusai runtuhnya beribu-ribu gelak
Seusai muara terus beriak

Aku ingin selalu menepi ditepian jingga di pantai kemarian
dulu
Aku ingin merajam alur cerita burukmu tak kembali lagi
dijamu
Aku ingin seusai bumi ini tak hadir lagi usai untuk satu

lagi cerita tentang aku dan kamu

senoaji,

Desember

menikam kembali nasib dan segala kelucuannya

4 comments:

Kristina Dian Safitry said...

bila aku letih ..emang hanya kamu yang mampu hilangkan letihku...

*kemana aja nih kok jarang ol blog*

suryaden said...

jadilah pejantan tangguh,
berani hidup berani menantang nasib dan semua efek sampingnya, cinta kadang dipanggil ketika awal dan dalam derita,
kadang cinta menjadi obat, kadang cinta yang menyulut derita...
kembalilah ke jalan yang benar....

Seno said...

Cinta bisa menjadikan laki2 menjadi laki2 sejati,
Cinta juga bisa melakukan sebaliknya, bagi yang tak bisa memaknai

Salam kenal. Seno

jimeth said...

salam knal juga. nice tulisan nya, pake sdikit kata nakal tp maknanya nice.

Post a Comment

Jan-jan e ngene lho..

KHILAF ITU INDAH

Jangan pernah takut untuk menulis. Jangan pernah merasa tidak bebas menulis. Jangan pernah merasa tulisanmu itu tidak lebih baik dari tulisan siapapun. Jangan pernah dipenjara oleh ketidakmampuan. Jangan pernah merasa tulisanmu tidak layak. Dan jangan pernah berhenti untuk menulis lebih baik menurut ukuranmu.

Apapun aksara dan kata yang kamu toreh. Kamu telah menulis kalimat indah dalam hidupmu. Kelak menjadi cerita, dongeng atau mitos tentang keberadaanmu, karena kamu menulis.

PREKMATANE!

Tentang

My photo
Aku adalah seekor manusia. Dan Selalu ada saat yang tepat untuk menjadi Raja di Kerajaan sendiri. Senoaji
There was an error in this gadget

Lagi Pipis

Lagi Pipis
ANTRI DONG!!