30 January 2009

:09 cukup?

Labels:




dan
bukan lagi membusuk muda tanpa rencana yang ku tunggu di ujung belati waktu, namun jemarimu yang menggenggam erat, tatapmu yang hangat, senyummu yang menepikan penat dan tulusnya bijakmu membentukku untuk tetap kuat..

waktu lupa...
tak berujung juga tapak ini menderap tegap. lalu jatuh tersungkur di liang kubur.
sisa nafas ini belum juga membuktikan tangguhku. Apa yang ku pilih tetaplah menjauh. lari kemudian hilang di tikungan jaman. yang ku lakukan hanya tediam dan memotong kedua belah tangaku. Memenggal kakiku lalu ku bebaskan tubuhku berpendapat, nasib selanjutnya. Namun...

ku tahu bodohnya mengikuti kegoblokkanku.
"Tuhan tak memberikan kepada mainannya, waktu yang lama. tidak memberikan satu pilihan. dan tidak memberikan satu keputusan" katamu manisku. Entah aku memilih memasung harga diri ataupun memilih belajar terjatuh.

"Tuhan selalu bicara dengan bahasa-Nya sendiri. selalu mau mendengarkan umpatan2mu, pisuhan, segala tengik dan busuknya bumi yang aku injak2" cericaumu disela dialogmu dengan-Nya. Dibalik tirai tak bertuan ini. Melihatmu berbalut suci, meremas2 keyakinan untuk meyakinan Tuhan, bahwa aku masih mau bernafas. Ku pilih duduk sebentar menikmati mati suri sebelum aku bernyanyi menyambut pagi.

Dan segala janji2 surga tentang menawannya bidadari dan melepuhnya kulit dikelopak neraka, ku pilih merangkak 4 juta tahun cahaya untuk bisa menatap kembali senyum itu.

kelak...
selagi aku diberi lumpuh, ku biasakan untuk memberimu yang terbaik,
selagi aku di anugerahi kekurangan, ku biasakan untuk memberimu cukup.
ketika hanya kesederhanaan yang tertinggal, ku berikan kekayaan hati.
buatmu, buat kita dan esok hari..

cukup

33 comments:

Brigadista said...

pertamax kah diriku,..???

wong suryaden said...

saya selalu dihantui pertanyaan:
apakah bedanya kesederhanaan dan ketidakberdayaan?

entah jawabannya apa...

Rois said...

Weuh, neh post bahasanya keren abies, ampe bingung mau koment apa. Hiks hiks hiks

awie said...

kalau bicara tentang kehidupan,hati,dan perasaan memang kita terkandang ga menyadari akan kebodohan yang telah kita lakukan malah kita sering hanyut dan betah berlama lama dalam kebodohan itu,wedew ngomong apa aku bah kaya dah ..................tapi sungguh aku terheran-heran ko yo kang seno tau apa yng sedang berkecamuk dalam diriku aku jadi merasa yang paling bodoh di antara yang bodoh

awie said...

sekalilagi buaguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus,pagi -pagi dah sarapan yang kaya gini membuat ga mau pindah dari com he he he he he he

Atca said...

bahasa yang keren...
dibalik kekurangan pasti ada kelebihan

sibaho said...

*bengong*
seruput kopi dulu. perlu baca berkali-kali untuk menangkap pesannya. ah pujangga, mengapa kalian membuat rumit bahasa sederhana itu :D

david said...

saya selalu terpukau dengan tulisan Mas Senoaji yg keren....penulis Profesional

dwinacute said...

Saaaalllluuuuut ama tulisan-tulisannya senoaji. sederhana tapi penuh makna.

Linda Belle said...

cukup....cukup....
dikasih kek gini, cewek udh tereak CUKUUUPP.... hihihih
*kabuuurrrrr*

nita said...

kelak...

selagi aku diberi kekuatan, ku papah dirimu yg lunglai
selagi aku di anugerahi kesabaran, ku bujuk murka di dadamu
ketika beribu sumpah serapah meluncur dr bibir, ku berikan sabar telinga tuk mendengar
buatmu, buat kita dan esok hari..

cukup

Elsa said...

iyaaa...
speechless deh

mommy adit said...

cukup..

ChrissieTasrin said...

emmm... i think i've been there...
btw, tulisannya keren!

erwinyustiawan said...

ga kalah sama wiliam shacesphere..hehehe.. ( apa saya salah nulis naman nieh...wkwk :) ) oia nitip taruh link rumah saya yang lain disini ya.. yg mau jadi

blogger matre, tempatnya disini http://www.blogselebduit.com yang mau

pasang iklan gratis, disini http://www.iklanbaris.erwinyustiawan.com :)

Erik said...

Bisakah waktu kembali?
Andaikan bisa...

n said...

kalau boleh tau, dipantai manakah tapak kaki itu melangkah?

diandiam said...

wew, great post...
jarang sekali orang yang bisa menemukan kekayaan dalam kesederhanaan...

*kunjungan balik*

=salam=

Pipit said...

*cengoh*
*mikir*
*garuk-garuk kepala*

salut deh buat orang-orang yang bisa nulis-nulis kayak gitu..

fuda said...

bweeee.. poto pantai mlulu neeeh.

senoajiiiii. ga kuat gw bacanya.. berat banget. otak gw ga mampu mencernanya. dah baca sampe 2x ga bisa gw serap. T____T

yang entengan lagi seeen :p

cucuharis said...

sobat
kau piawai melukis rasa dengan kata
dasyat jadinya

PUISI RENUNGAN said...

menyentuh sekali...

namaku wendy said...

jangan..jangan..jangan membusuk muda, ntar gak bisa ngeblog lagi, berbagi tulisan indah seperti inih, trus nasebku gemana donk hihihi apa coba:p

gus said...

cara mengendors inspirasi yang susah utk saya tiru. padahal lama saya mencermati setiap tulisan Suhu. btw. Photo2nya puitis banget Kang...

Lyla said...

wah... bingung mau komentar apa ya??? soalnya aku gak ngeh... hehe... lagi blank nih...

katakataku said...

apakah ini cukup sampai disini, ataukah ini awal dari langkah untuk bisa jalan bersama-Nya.

Ullyanov said...

Duh...saya baca bolak-balik posting-an ini, kok ndak mudeng juga maksudnya, ya! Tapi, sejatinya saya selalu iri dengan orang yang bisa merangkai kata seindah ini.

faizz said...

tetaplah menjunjung kesucian hati akal dan pikiran yang diberika Nya. agar setiap detak nafas yang kau hembuskan bisa mempunyai arti dan engkau tak perlu lagi tersungkur tak berdaya menyesali kenestapaanmu.......

suwung said...

duh
berbahagialah pasangan yang akan mendapatkan dirimu

Cebong Ipiet said...

ndmblong :O ra mudeng
boso kayangan sedang diriku hanya makhluk empang

Seno 002 said...

Saya g berani menyimpulkan, takut salah persepti hiks =( tapi yang jelas kueren banget dan puitis. Kayaknya Mas Aji lulusan Sastra ya?

ipanks said...

eh om, itu di parangtritis yap?kok ga ngajak-ngajak kalo ke pantai sih?

joe said...

wah tulisannya terlalu kecil bosss

Post a Comment

Jan-jan e ngene lho..

KHILAF ITU INDAH

Jangan pernah takut untuk menulis. Jangan pernah merasa tidak bebas menulis. Jangan pernah merasa tulisanmu itu tidak lebih baik dari tulisan siapapun. Jangan pernah dipenjara oleh ketidakmampuan. Jangan pernah merasa tulisanmu tidak layak. Dan jangan pernah berhenti untuk menulis lebih baik menurut ukuranmu.

Apapun aksara dan kata yang kamu toreh. Kamu telah menulis kalimat indah dalam hidupmu. Kelak menjadi cerita, dongeng atau mitos tentang keberadaanmu, karena kamu menulis.

PREKMATANE!

Tentang

My photo
Aku adalah seekor manusia. Dan Selalu ada saat yang tepat untuk menjadi Raja di Kerajaan sendiri. Senoaji
There was an error in this gadget

Lagi Pipis

Lagi Pipis
ANTRI DONG!!