28 March 2012

Yang Tercinta

Labels:

Jemari Tuhan sepertinya semakin terampil memainkan temali nasib boneka-bonekanya. Dengan gerakan tak beraturan. Tidak terpaku pada nada kehidupan dengan chordnya yang kian menjauh dari sumbang. Merdu seperti seruling bambu musik dangdut kelas kampungan. Dan mendayu tak ubahnya musik melayu republik ini yang sesak oleh cinta dan kisah mati bunuh diri.

Untung saja perputaran bumi menempatkan rangkaian waktu ternyaman yang disebut sore hari. Dimana polah menepiskan sedekah. Lelah adalah mesin otomatis yang mengatur alur tubuh ketika tertatih diladang pertempuran nasib.


Untuk bisa memahami, manusia adalah rangkaian mesin yang rumit namun rapuh. Perlu dijaga staminanya untuk bisa kembali mengangkat senjata dan membantai aral melintang esok harinya.

Dialah perempuan itu. Mengayuh sepeda dengan backpack penuh keripik kentang dagangannya. Ini adalah pengenalan. Lidah dan rasa belum tentu sepakat dengan mulut terampil bak marketing lacur kelas borju.

Pasar adalah sistem. Perut adalah bagian terpenting. Dan cita rasa adalah pilihan. Lalu dimanakah mencari sisipan untuk keripik kentang itu? Dia, perempuan itu sedang menyulamnya.

Untaian yang kusut tentang rumitnya rejeki yang ditebar. Diurai satu persatu dengan semangatnya. Tak diharaukan sinar terik matahari. Peluh yang membanjir. Dan parahnya sebuah sistem Dia, perempuan itu percaya jalan itu banyak tinggal bagaimana memilih dan konsisten.

Tak urung peluh itu kembali mencair. Di seka dengan bajunya. Dalam hati dia, perempuan itu bermonolog "Inilah usaha yang aku jalani, untuk mereka yang aku sayangi, aku bisa!"

4 comments:

cara pemesanan jus manggis xamthone said...

like this...

PRofijo said...

Gimana Tuhan gak trampil? Jam terbang'e dah tinggi, punya banyak data base nasib dari jaman pra baheula. Sewaktu-waktu ide mampet, tinggal kopi paste dari catatan usang ribuan tahun silam. mak bedunduk, maka terjadilah!

ciwir said...

TOP

tour and travel disurabaya said...

sukses terus buat blognya.. :)

Post a Comment

Jan-jan e ngene lho..

KHILAF ITU INDAH

Jangan pernah takut untuk menulis. Jangan pernah merasa tidak bebas menulis. Jangan pernah merasa tulisanmu itu tidak lebih baik dari tulisan siapapun. Jangan pernah dipenjara oleh ketidakmampuan. Jangan pernah merasa tulisanmu tidak layak. Dan jangan pernah berhenti untuk menulis lebih baik menurut ukuranmu.

Apapun aksara dan kata yang kamu toreh. Kamu telah menulis kalimat indah dalam hidupmu. Kelak menjadi cerita, dongeng atau mitos tentang keberadaanmu, karena kamu menulis.

PREKMATANE!

Tentang

My photo
Aku adalah seekor manusia. Dan Selalu ada saat yang tepat untuk menjadi Raja di Kerajaan sendiri. Senoaji
There was an error in this gadget

Lagi Pipis

Lagi Pipis
ANTRI DONG!!