31 May 2009

Mungkin pohon Matoa di Kebun Binatang itu telah berganti ubin dan batu. Namun akarnya takkan lupa bersaksi bahwa kecupan mesraku setulus ucapanku.

Labels:

3:08.

Bangku itu tetap kosong. Seseorang yang biasa duduk disana, sekarang hilang ditelan waktu. Ya waktu yang membuat kulitnya kisut. Tulang rangka tubuhnya tersembul. Lesung pipi yang biasa menggoda dikala senyum, itu pun terhapus oleh pipinya yang menggelambir.

Derap gegap gempita embun, melajur dari ujung ke pucuk daun. Berdegum ke bumi, mencari sela ke ujung akar. Memberinya sedikit pelega dahaga susunan lingkaran kehidupan yang baru. Dan disaat alam memahami lajur alur penganutnya. Taburan puing-puing kata ku susun untuk menuntunku kembali ke halaman itu.

Tubuhnya tidak semulus kemarin. Payudaranya tak lagi sekal seperti saat dia bahagia melihat rambutnya terkepang dua. Berkacak pinggang mengencangkan kain bajunya, mengetat lalu menantang birahi kenakalan dengan lekuk tubuhnya. Pinggulnya tak sekuat saat dia memasang taruhan atas nyawanya ketika meregang sakit kelahiran buah hatinya. Dan betisnya tak seindah seperti jenjang liuk lincah penari panggung sunatan lagi.

Wajahnya, matanya hidungnya dan seluruh ukiran terindah kayangan yang dititipkan di kerangka ayu itu. Terkikis bukan oleh bedak yang biasa dia pamerkan saat berrias dan bergincu merah darah ayam saat bibirnya merekah berujar, titipan ini hanya untukmu seorang.

Jika langit dan bumi percaya surga itu terindah. Maka dia adalah sebagian dari genitnya mawar dari pelatarannya yang dipinjamkan ke bumi. Dan ketika gurun berdebu, panas dan kering. Dipuji akan kemasyurannya memelihara kematian dengan memanggang yang lemah hidup-hidup. Maka dia adalah sekolam oase abadi yang tergelar bak permadani hindi. Mengikhlaskan kesejukkan menjamin adanya perasaan tentram dan menguatkan harapan. Esok itu ada didepan. Dan layak untuk diperjuangkan.

Jaman telah bergeser ke arah pemusnahan jaman. Bumi telah memipih terhimpit pergantian tahun yang berdaulat penghabisan. Jarak tak lagi menjadi medan penghancuran angan. Dan waktu bukanlah keyakinan yang patut untuk di kudeta minggu depan. Aku dengan sepucuk surat yang terlupakan.

Mencoba mengais lagi menu-menu yang tak kan pernah basi. yang tersimpan rapi di kantong-kantong kenangan yang waktu itu pernah kita senggamakan. Begitu indah, begitu mesra begitu nyata. Memorantum itu akan selalu menjadi kuntum bunga yang mekar dalam detak detik genting dan krisis kasih sayang yang pernah kita lewati bersama.

Setelah tubuh ini merenta. Genta tambun dan dekilnya liku-liku labirin dikhianati perayaan kemesraan yang tak diakhiri hakiki. Sepucuk surat yang terlambat ini yang bisa menjemputku untuk segera pulang keabadian.

Bangku reyot itu merapuh. Tertatih ku melangkahkan kaki. Jiwa muda ku seakan bangkit kembali. Ku lupakan umurku kian rapuh dan menua jua. Aku duduk dibangku itu. Ku rasakan pelukkan hangat yang biasa kita percayai sebagai satu ikrar hidup dan mati untuk kita. Merekuhku kuat. Sembari ku ikhlas menatap jasadku yang melemah ku tuntaskan bait terakhir surat itu.

Aku cinta padamu.

Mudah untuk menghapus jejak-jejak langkah, Tapi tak semudah memusnahkan cerita-cerita yang menyertainya.


3:23

64 comments:

Om Agus ™ said...

sebuah surat cinta yang menyentuh..
sebuah tulisan tentang keabadian dan keajaiban cinta..

mantabbb.......!

wisata riau said...

wao... dalam banget nih bro...... saking dalamnya...
aku sampe ga bisa bergerak.. "ah lebay" tapi beneran ko' bro... sepakat tuh ma OM Agus,,,,

umi rina said...

Jejak langkah yang berlari bersama waktu, takkan pernah mampu menguap dari dalam dada dan ingatan.

Witha said...

Cinta sejati yang abadi....memang tak kan habis oleh waktu

sukarnosuryatmojo said...

mengko sikik paklik... ini pas pacaran di gembiraloka ya?

orangapatiang said...

cinta sejatiii...cieee
uhuy!

RCO said...

pernah pacaran barang to?

IjoPunkJUtee said...

Dan akar matoa itu kan kembali tumbuh saat gajah,macan,jerapah men-sedekah-kan produk wahid olah perut mereka, membangkitkan birahi tunas baru dari akar yang sama tuk bersemi kembali....

Ubin dan batu tak halangi jiwa mudaku kembali merayap dan mejalar, melilit tubuh yang tak lagi kekar....

SanG BaYAnG said...

Bangkitnya ketulusan cinta yang menggenta dalam jiwa.

Selamat atas kelahiran buah hatinya kang..,ngomong2 di kasih nama sapa ne..???

J O N K said...

cieeehhhhh,swit,swit,

jatuh cinta sama sama pohon mas ?? hehehehe, gak dink.

eh matoa pohon apa seh.

ADVINTRO said...

berkesan seperti orang kesepian dengan kehampaan yang sangat

penggemar berat senoaji said...

sakjane ada hubungan apa antara kamu dan suryaden... kok postingan terakhir kalian berdua seperti gayung bersambut...

ada apa sebenarnya dibalik ini semua.....?????

dwina said...

siapa perempuan yang kau ceritakan dengan begitu indah dan gamblang itu kang?
adakah dia perempuan yg telah menggoreskan kenangan yg gak luput dari ingatan walau telah di makan zaman?

yg pasti siapapun dia berbahagialah mendapat surat cinta nan romantik dari seseorang yg bernama lelaki

Bang Ais said...

apaan nih, stensil ya...

wkwkkk...........

♥ Neng Aia ♥ said...

surat cinta untuk ibu kah?


nice post! <- wekwekwekwekwek

wewarna said...

semoga betul abadi ya cintanya

Pipit said...

so sweet
setia banget

meylya said...

wueh kelahiran buah hatinya ya?
selamat ya

endar said...

payudara sekal iku opo to? (doh) aku ra melu melu lho no follow
hooh jebul kowe romantis tenan yo.

denologis said...

engkau bukan yang pertama....
tapi, pasti yang terakhir....
di cintamu kutemu arti hidupku....

Payudaranya Besar Sebelah?

suryaden said...

ngakak komentare mahendra, ra melu-melu saya..., aku punya cerita sendiri kok, dan sama senoaji sekarang masih dalam kota yang berbeda... wakaka

ipanks said...

iki kok kethoke pengalaman pribadi yap bro :D.

cinta sejati takkan punah
hanya menunggu saat yang tepat
bila dia datang maka sambutlah
jangan sia-siakan kedatangannya
karena dia pasti kan datang

manusiahero said...

berbunga2...

sepur said...

kesetian yang tulus....cinta yang abadi.
oke banget kang tulisannya. mantabbbbbbb

Indonesia Menulis said...

wawawuwiwowa tenan kang seno........

ciwir said...

antarane sambat, ngudoroso lan nyurati cinta aku bingung maca iki...

annosmile said...

puitis sekali kamu bro
makan apa tadi???

penny said...

oh.. so sweet...
bagus banget...

sawali tuhusetya said...

sebuah narasi yang indah, mas seno. makin bertambah umur, perubahan itu mustahil bisa ditolak. ikrar kesetiaan juga mesti diikat kuat2 dalam memori agar tak mudah lepas. semoga kesetiaan itu tak pernah luntur, apalagi mati! hehe ...

TRIMATRA said...

aku cinta padamu, mudah untuk di ucapkan namun sulit untuk mewujudkannya...

marsudiyanto said...

Iku baca2, ikut jadi saksi

superaman said...

kenangan memang tak mudah terlupakan meski tonggak kenangan itu tlah tiada..
manis ato pahit, itu adalah bagian masa lalu kita

rayearth2601 said...

walahhh, wis tuwo tho kang seno,

ndang di unduh nek wis tuwo

wkwkwkwk

BIG SUGENG said...

Sayang yaa pohon itu telah kutebang, demi untuk memperluas bangunan....
padahal pohon itu adalah saksi yaa mas....
kalu gitu tanam lagi pohon matoa, biar selalu teringat cerita itu....

Kabasaran Soultan said...

Wow ..ternyata ..ternyata romantis juga to rupanya ..
wakakakakakaakakakakkakakakakakakakakakakaakkakakaa
Bro ..kagak usah dipikirin ..... ada apa denganmu ?.

ini sungguh cara bertutur yang kamu banget ..dahsyat dan manis sekali.
Sungguh.

galuharya said...

sepertinya penulis sedang dirundung rasa kangen berat akan masa-masa dimana cinta bergelayut di pundaknya


**standing applause**

ajeng said...

Wuih..ternyata mas seno bisa manis juga yach?
Penasaran nih, postingan ini nti ada kelanjutannya tidak ya?

Linda Belle said...

wow..
sleepless
eh salaahh..speechless maksudna huhuhuhu...
sungguh indah rangkain kata2nya pak.. (lebay mode on)

Penikmat Buku said...

judulnya panjang pisan, tapi isinya TOP dah

~noe~ said...

maaf bin sori
aku menyoroti judulnya. ternyata bisa juga bikin judul dengan dua kalimat ya. unik juga lho.
btw ini masih sesuai eyd gak ya :-/

Xitalho said...

Ikut mbaca dan supaya akan mengikuti mumetnya...

Asemik koyo kasmaran tenan....

hahahaha.. aku ra melu-melu... akeh sing nakokne kelanjutane (dance)

Novianto said...

Romantis banget kie.... weh, mengko nek ono bingung aku ngerayu tak meguru yo kang... :)

kezedot said...

blue datang memberi bintang pujian atas postinganmu sahabta!
keren
mantabe
salam hangat selalu

aRai said...

kenangan yang indah ... menjadi penyesalan atas kesalahan-kesalahan

Cak Shon (Mukhlason) said...

wedew terlalu puitis bahasane... ora pati dong huehe....

haris said...

judulmu romantis bgt, mas. kau berbakat jadi penyair dan penakluk wanita. aseli.

Itik Bali said...

Setahuku Matoa itu buah yang khas dari Papua..
Matoa itu buah langka sekarang..

p.h.i.e said...

iki nggawe dewe postingane kang?
edyan! mantap! *keplok2*

Andy MSE said...

Aku mrene maneh kang!... arep nangis ngguguk, trenyuh, nggrantes maca tulisanmu... hiks...

Top 10 Google said...

Kenangan itu tak akan pernah terlupakan! walaupun keadaan sudah berbeda! semua akan tetap tersimpan!

abang said...

Kayaknya surat ini ditujukan buat Manohara nih hue he he
Aku add link disini Sen ...lom lama blognya nya

suwung said...

dalem bos

Rendy BlogHeboh "Blog Dofollow" said...

saya suka postingnya menarik baget..
blognya keren juga, Sukses selalu..
Salam kenal dari Blog Heboh, jangan lupa berkunjung balik yah dan berkomentar.. Ditunggu..

Blog saya yg lainnya:
Bikin Heboh (Download lagu-lagu Indonesia Terbaru) Mohon dukungannya. =)

Pipit said...

kapan mo ke solo, mas?
hehe

gdenarayana said...

wakz, asma ehh...sama nie kang lama juga ndak mampir disini :D

aihhh duhhh, wuihhh mesra kali posting yang satu ene...beuhhh kapan saya bisa buat postingan kayak gini yah?!?

ADVINTRO said...

detailnya itu loh, pakai payudara..akhirnya aku juga pakai kemaluan deh,hehe ikut-ikutan tapi lebih yang ini deh

mbah sangkil said...

arek iki jago merayu tibak e wakakakkakaka

buJaNG said...

weleh... lagi mengenang masa bahagia masa lalu ya...?

mamas86 said...

Kok pacarannya dikebun binatang ya...?

JAUHDIMATA said...

(dance)
weh-weh yo ndang nyebut
wes tuwo wayahe wes ingsap
ki kok malah ndadi

Rahasia Search Engine said...

aduh aduh.....
dalem banget sie :D...
sampe cedih nie...
kisah yg begitu mengharukan :(
sampe larut kedalam alur ceritanya :(...

postnya top banget...
lam kenal yah :D

novi said...

kisah tentang pohon itu mengingatkanku pada film korea "my sassy girl"..

top-top-. very romance

Anonymous said...

akankah terlupa olehmu akan arti sebuah kepemilikan?
akankah kamu melangkah terlalu jauh dalam sebuah perjalananmu?
tatanan didunia tidak bisa dilanggar begitu saja..
akankah alam bisa menerima ketika nafsu manusia berbicara....
alampun akan menolak bila engkau melaqngkah tanpa tatanan...
alam adalah aku...
semoga engkau paham tentang alam....

asfin said...

truth of love

Post a Comment

Jan-jan e ngene lho..

KHILAF ITU INDAH

Jangan pernah takut untuk menulis. Jangan pernah merasa tidak bebas menulis. Jangan pernah merasa tulisanmu itu tidak lebih baik dari tulisan siapapun. Jangan pernah dipenjara oleh ketidakmampuan. Jangan pernah merasa tulisanmu tidak layak. Dan jangan pernah berhenti untuk menulis lebih baik menurut ukuranmu.

Apapun aksara dan kata yang kamu toreh. Kamu telah menulis kalimat indah dalam hidupmu. Kelak menjadi cerita, dongeng atau mitos tentang keberadaanmu, karena kamu menulis.

PREKMATANE!

Tentang

My photo
Aku adalah seekor manusia. Dan Selalu ada saat yang tepat untuk menjadi Raja di Kerajaan sendiri. Senoaji
There was an error in this gadget

Lagi Pipis

Lagi Pipis
ANTRI DONG!!