08 October 2012

Replika

Tiba-tiba hujan turun tanpa intro. Orang-orang berhamburan berteduh menyelamatkan diri. Bukan takut mati tertimpa bulir hujan, namun takut bulir hujan berakibat matinya identitas diri. Semua aman, kecuali dia. Ya dia yang diam menggigil di emperan toko. Toleh ke penjuru arah mencari penyelamat.

Dingin tak kunjung bersembunyi. Menelisik disela kain-kain dan menggoda pori-pori untuk ejakulasi. Dimana ada penyelamat yang mungkin tiba. Membungkus tubuhnya dengan jaket tebal dan pelukkan mesra menghangatkan.


Dimana ada penyelamat ketika air dikubangan terkoyak roda jalanan. Dan berhamburan menerjang tubuhnya. Dimana ada penyelamat yang berani mengusir bulir pasir dari kelopak matanya yang memerah perih. Dan dimana ada penyelamat yang berdiri ngoceh disampingnya, bicara tentang astronomi tertutup mendung dan cerewet soal mobilisasi alam yang tak beraturan. Buat dia, itu penyelamatnya untuk tidak terlelap dalam pelukkan beton keras emperan toko.

Lalu ada dimana penyelamat itu? Pikirnya? Atau pikirku?

Yang aku tau dia cantik mempesona. Entah dia terusik gejala meriang atau tidak. Yang pasti cantiknya original tak mudah luntur hanya karena musamnya muka yang terkecoh alam. Lalu kenapa aku hanya terdiam tak berrevolusi. Nasib ini kodrat ini sebagai lelaki yang butuh afeksi seharusnya lah situasi ini bisa terkondisi.

Ku lepas jaketku dan ku berlari menembus hujan. Menyibak bulir-bulirannya. Melompati genangan. Mengelak loncatan partikel debu dan air comberan. Dan lepas dari jeratan orang jalanan yang teriak belingsatan. Target sudah terkunci, dia didepan sana menungguku tanpa hiraukan gemuruh tulangku yang menghatam bumi, terpeleset kaleng soda. Biadab! Inilah aku untuk si dia. Datang sebagai si penyelamat.

"Jadi mas-nya mau sidang atau diselesaikan disini?!"
"nganu pak.."

10 comments:

Yudi Darmawan said...

selesaikan disini (ngarep)

Jelly Gamat Luxor said...

keren bahasanya gan.. hujan tanpa intro.. inspiratif banget,,,

rental mobil disurabaya said...

ahh.. kontras banget kata-kata di atasnya sama endingnya.. :D hahahha..

iklan baris gratis said...

keren banget kata-katanya.. penuh makna. lho? akhirnya kok gitu? hmm..

Ace Maxs said...

artikel yang sangat apik , saya harus belajar banyak ke anda, bisa kah anda mengunjungi blog saya untuk belajar lebih lanjut ??

Obat Kanker Hati said...

salam kenal mas bro, minta backlinknya ya :D, saya tunggu kunjungan baliknya :D

Obat Herbal Kanker Payudara said...

salam kenal mas

daun sirsak ace max said...

hmm,awal sama ending , keren deh ceritnya

cara mengobati kelenjar tiroid said...

sipp bner2 oke deh

BrenciA KerenS said...

seng komen neng kene kok bakul kabeh yo mas ??? =)) =))

Post a Comment

Jan-jan e ngene lho..

KHILAF ITU INDAH

Jangan pernah takut untuk menulis. Jangan pernah merasa tidak bebas menulis. Jangan pernah merasa tulisanmu itu tidak lebih baik dari tulisan siapapun. Jangan pernah dipenjara oleh ketidakmampuan. Jangan pernah merasa tulisanmu tidak layak. Dan jangan pernah berhenti untuk menulis lebih baik menurut ukuranmu.

Apapun aksara dan kata yang kamu toreh. Kamu telah menulis kalimat indah dalam hidupmu. Kelak menjadi cerita, dongeng atau mitos tentang keberadaanmu, karena kamu menulis.

PREKMATANE!

Tentang

My photo
Aku adalah seekor manusia. Dan Selalu ada saat yang tepat untuk menjadi Raja di Kerajaan sendiri. Senoaji
There was an error in this gadget

Lagi Pipis

Lagi Pipis
ANTRI DONG!!