18 July 2010

Sugaga

Temui aku di emperan toko. Atau mungkin kalo kamu ada waktu kita bisa lunch di bak sampah depan supermarket itu. Kalo boleh jangan ajak aku lagi mengingat nikmatnya kopi pagi dan sebatang rokok kretek, kepalaku suka pening dibuatnya. Tapi maaf aku harus telanjang begini, maklum nyaman, bahkan lebih nyaman dari kemeja Calvin Klein.

O iya sori tubuhku dekil. Daki berkerumun di sekujur tubuhku. Rambutku ku biarkan terjuntai panjang dengan serangga bersarang disela-selanya. Jorok? Tidaklah! Ini tren masa kini gimbal sana-sini. Kadang aku juga basuh tubuhku dengan air kencing ku sendiri. Lumayan cologne dengan wangi natural.


Setiap malam datang. Ketika kantuk menyerbu kelopak mataku. Ku hitung bintang, sesekali aku senyum, senyjm lagi senyum lagi lalu menangis sesenggukan. Ah tak perlulah kamu tanyakan soal itu. Jujur aku lupa bagaimana making love yang sehat. Aku sendiri bingung bagaimana menjadi manusia nafsu. Tapi yang selalu aku ingat adalah kelinglungan yang benar-benar dahsyat dan rasa lapar.

Mungkin inilah perjanjianku dengan Tuhan. Hal buruk itu telah merenggutku sebagai manusia. Aku bukan bayi aku juga bukan renta papah. Aku masih muda, umurku baru berkepala 3. Namun aku bayar masalalu ku dengan menjadi gila. Dan Tuhan... Tuhan memang Maha Penyayang. Tuhan tidak menghapus semuanya. Tuhan masih memberiku rasa lapar, menyisakanku cara makan dan mengisi perut untuk bisa kenyang sebagai bekal lelapku nanti malam.

Yang ku butuh bantuan untuk berpikir adalah... Bagaimana kelak jika aku mati.

Dimanakah kuburanku???

14 comments:

endar said...

kuburanmu kethoke mbbok kantongi to

bang ciwir said...

?

mbah sangkil said...

jika ku mati taburkan ganja sebagai penenang menghadapi panasnya api neraka, siramkan vodka sebagai penyejuk ketika bara api itu menyentuh tubuh ku

*puisi wong gundul*

Baby Dija said...

jangan mati dulu Om...

Love4Live said...

nek wis mati...
yo lali nek butuh kuburan...

itempoeti said...

gendeng kok eling mati???
opo tumon???

si nug said...

orak,,,anu,,,sugaga kie artine opo nda?

riFFrizz said...

kalok mati, siapa yang ngurus blog ini ??

J O N K said...

"Temui aku di emperan toko. Atau mungkin kalo kamu ada waktu kita bisa lunch di bak sampah depan supermarket itu." ---> bikin suprise :D

ke sana nya sungguh membuat tangan gemeteran ...

ra duwe blog said...

curhat yang mengharukan...

Pipit said...

tumben post-nya kayak gini
hehe

Andy MSE said...

tak peksakke komen ning kene... najan ndasku mumet maca tulisanmu, oh kakang Senoaji!
xixixi

aRai said...

kok melas ngene rek takon nang endi kuburan barang ... bukane nang jeding to? (ninja)

foto bugil tora sudiro said...

Sak durunge di kubur..numpang nyepam ki...

Post a Comment

Jan-jan e ngene lho..

KHILAF ITU INDAH

Jangan pernah takut untuk menulis. Jangan pernah merasa tidak bebas menulis. Jangan pernah merasa tulisanmu itu tidak lebih baik dari tulisan siapapun. Jangan pernah dipenjara oleh ketidakmampuan. Jangan pernah merasa tulisanmu tidak layak. Dan jangan pernah berhenti untuk menulis lebih baik menurut ukuranmu.

Apapun aksara dan kata yang kamu toreh. Kamu telah menulis kalimat indah dalam hidupmu. Kelak menjadi cerita, dongeng atau mitos tentang keberadaanmu, karena kamu menulis.

PREKMATANE!

Tentang

My photo
Aku adalah seekor manusia. Dan Selalu ada saat yang tepat untuk menjadi Raja di Kerajaan sendiri. Senoaji
There was an error in this gadget

Lagi Pipis

Lagi Pipis
ANTRI DONG!!